Archive for the ‘Islam agamaku’ Category

Diary Mekkah 4


Akhirnya…Sudah berakhir harinya…

Rasanya tak ingin pergi

Inginnya tetap disini

Terasa damai.. tenang…

Namun disana ada yang menanti

Ingin disana tapi tak ingin pergi darisini

Ingin bertemu yang disana

Tapi tak ingin berpisah dengan semua yang ada disini
Kupsrahkan hatiku padaMu ya Rabb…

Sekarang aku pulang, kembali bersama keluargaku tersayang

Namun aku akan tetap berdoa

Semoga aku kembali Kau ijinkan untuk datang ke Baitullah di waktu yang akan datang

20170226, kirana

Mekkah Al Mukarromah, 00:30 waktu setempat

Diary Mekkah 2


Shaf…
Sungguh hari ini aku semakin meyakini…

Hanya ada segala kebaikan dalam diri baginda nabi

Ketika shaf shalat kita renggang maka kita pasti akan tercerai beraikan,itu benar.. 

Dan benar… dan sangat benar
Rasulullah memerintahkan untuk meluruskan dan merapatkan shaf dalam shalat, dan ternyata itu memang penting.

Hari ini.. saat duduk diam menunggu adzan ashar di Baitullah aku melihat sekitar..

Begitu banyak jamaah dari berbagai belahan dunia

Namun banyak di antaranya yang enggan merapatkan diri antara satu dan yang lainnya
Lalu apa yang terjadi?
Jamaah jamaah baru datang dan menyerobot di setiap sela-sela nya
Dalam hati kecilku menggumam, inikah maksudnya?

Alhamdulillah karena secara kasat mata yang menyerobot di tengah barisan shaf adalah sesama jamaah

Lalu bagaimana dengan yang tak kasat mata?

Bila shaf ini tetap renggang, siapakah yang merasuk di sela-selanya?

Syaitan kah atau malaikatkah?

Ketika shaf shalat lurus dan rapi

Seketika tergambar benteng yang kokoh yang seolah tak dapat ditembus oleh apapun

Namun saat shaf shalat renggang dan berantakan

Seketika gambaran kekalahan terpancar seolah barisan tentara yang kalah dalam peperangan
Wallahualam..
20170224, kirana

Mekkah Al Mukarromah, 19:04 waktu setempat

Diary Mekkah 3


Berapa hari lagi,,Tinggal menunggu waktu bagiku untuk meninggalkan tanahMu

Dan mulai merindu

Betapa disini segalanya berbeda

Betapa disini semuanya tak sama
Harus berapa lama aku menunggu

Agar bisa datang kembali ke tanahMu
Belumlah raga ini beranjak pergi dari sini

Tapi kerinduan di hati mulai menyelimuti
Tentang kota nabi yang tertata rapi

Tentang burung-burung merpati yang datang lalu terbang pergi sesuka hati

Tentang kawan seperjalanan yang menyenangkan

Tentang sejarah masjid dan bukit yang selalu terkenang
Tentang indah dan terpesona memandang ka’bah pertama kali

Tentang haru yang menyesakkan dada saat mengelilinginya 7x

Tentang deru nafas yang terengah di 7 putaran safa marwah
Tentang perjalanan wisata agama dari satu tempat ke tempat lainnya

Tentang cerita dan sejarah baginda Rasul dan sahabat-sahabatnya

Terlebih lagi..

Tentang bagaimana mengejar sholat tepat pada waktunya

Pada kaki-kaki yang lelah namun tetap melangkah

Tentang bagaimana kita menunggu dan menghitung saat adzan tiba

Pada mata-mata yang setengah terpejam namun sayang untuk melewatkan
Sungguh… aku tak akan mampu melupakan
Namun sanggupkah?

Mampukah diri ini bertahan di tengah godaan keluarga dan pekerjaan ketika tiba saatnya pulang nanti?

Sungguh.. diri ini tak akan sanggup mengingkari
Betapa banyak nikmat yang telah Engkau beri, namun mampukah diri ini tetap bersyukur seperti saat ini?

Ketika air mata ini menetes membayangkan perpisahan itu tiba,

Saat dada terasa sesak hingga tenggorokan tercekat tak mampu bersuara,

Sungguh berat perpisahan ini ya Allah…

Namun bila waktu itu tiba ijinkan aku berdoa
“Jadikanlah aku dan keturunanku orang-orangMu yang terpilih untuk datang kembali ke tanahMu yang suci”



Labbaikallahu ma labbaik…

Labbaikkalaa syariikalak labbaik..
20170224, Kirana

Mekkah Al Mukarromah, 21:00 waktu setempat

Memohon AmpunanMu


Hari ini aku ada disini, dirumahMu ya Rabb…

Tapi mengapa hati ini tak tenang?

Mungkin terlalu banyak dosaku, hingga aku tak mampu lagi merasakan hidayahMu

Mungkin terlalu banyak kesalahan yang telah ku perbuat, hingga aku tak bisa merasakan nikmatMu

Allah… 

Selama disini, terutama hari ini.. di tanahMu yang suci

Aku telah berbuat dosa..

Dosa besar yang bahkan mungkin tak terampuni 😦

Hanya dalam hitungan detik,

Aku terlena, semuanya musnah

Tiba-tiba hatiku terasa hampa,

Aku telah melukainya…

Aku telah menyakiti hati mereka…

Ibuku..

Orang yang dengan tulus menyayangiku, mulut yang kotor ini telah melukai hatinya..

Dan aku masih saja tinggi hati untuk meminta ampunannya,

Jikalau tinggi hati ini tiada, aku pun tak tahu harus mulai mengakui kesalahanku darimana

Suamiku…

Orang yang telah bersamaku selama ini, aku telah melukainya

Hati ini sering merasa lebih tinggi

Mulut ini entah telah berapa kali mencaci…

Allah..

Masih 2 kesalahan yang ku ingat,

Tapi rasanya itu sudah cukup untukMu menurunkan azab kepada diri yang nista ini

Sedangkan masih banyak, bahkan tak terhitung kesalahan dan dosa yang melekat 😦

Ampunkan ya Rabb…

Agar aku bisa kembali membuka mata, atas setiap nikmat yang Kau hamparkan dihadapanku

Agar aku bisa kembali mendengar, atas semua nikmat yang Kau dendangkan untukku

Agar aku bisa kembali merasa, atas semua anugerah dan hidayah yang telah Kau beri padaku

Agar mulut ini bisa kembali bersyukur, atas segala yang telah Kau lekatkan pada diriku

Amin

22022017, Kirana

Mekkah Al Mukarromah, 00:31 wkt setempat

Berjabat Tangan di Idul Fitri


Kita berjumpa lagi kawan 🙂 apa kabar semuanya 😀 sebelumnya QK mau ucapin Selamat hari raya Idul Fitri 1431 H 😉 Taqobballahu Minna Wa Minkum… maafkan QK apabila QK punya salah yak..

Bicara tentang hari raya Idul Fitri ada satu yang terpikirkan oleh QK nie. Kenapa ya orang-orang merasa sangat penting untuk sungkem ataupun berjabat tangan saat hari raya Idul Fitri?

Baca Selanjutnya. . .

Mimpiku Masuk Yang Mana…


“Aku melihat sosok hitam itu, kemudian sosok hitam itu mondar mandir di sekitarku. Aku amati dia, sepertinya aku mengenalinya. Semakin lama semakin tampak jelas.. tiba” dia memegang bahuku. Dan saat itu aku begitu jelas melihatnya, adekku. Kenapa? Kenapa dia ada disini. Dia tersenyum, kutarik dia keluar ruangan menjauh dari orang”. Aku ajak dia bercerita”, ku tanya gimana kabarnya.. sampai akhirnya waktu itu tiba. Dia harus kembali. Aku lihat dia pun tak rela meninggalkan semua, tapi dia harus pergi. Dia terdiam di sudut ruangan. Aku mencoba menahan kepergiannya, dia tak bersuara. Dia meneteskan air mata, aku pun juga. Sesaat kemudian aku terkejut dan terbangun dari tidurku… dan air mata pun telah membasahi pipi…”

Astaghfirullah….

Itu mimpi yang ku alami beberapa waktu yang lalu. Mungkin karena sebelum tidur lupa berdoa kali ya :mrgreen: atau mungkin juga karena akhir” ini merasa kangen dengannya(adek) 😦 jadi setan” itu berusaha mengusikku lewat mimpi :mrgreen:

Au’ ah… 😯

Mimpi, siapa sich yang nggak pernah mengalami hal yang satu itu? Kata orang mimpi itu bunga tidur. Lha kalo bunganya melati atau mawar nggak apa-apa. Tapi kalo bunganya bunga bangkai alias mimpi buruk? Siapa yang nggak takut?
Baca Selanjutnya…

Polemik Perayaan Maulid Nabi Muhammad S.A.W


Hari ini 12 Rabiul Awal 1431 H, yang merupakan hari kelahiran nabi besar Muhammad SAW seperti yang kita ketahui bersama sudah menjadi tradisi bagi masyarakat Indonesia yang notabene sebagian besar merupakan umat muslim untuk merayakannya, meskipun ada pula masyarakat muslim di luar Indonesia yang merayakannya.

Terdapat beberapa kaum ulama yang tidak merayakannya karena menganggap perayaan Maulid Nabi merupakan sebuah Bid’ah, yaitu kegiatan yang bukan merupakan ajaran Nabi Muhammad SAW. Mereka berpendapat bahwa kaum muslim yang merayakannya keliru dalam menafsirkannya sehingga keluar dari esensi kegiatannya. Namun demikian terdapat pula ulama yang berpendapat bahwa peringatan Maulid Nabi bukanlah hal bid’ah, karena merupakan pengungkapan rasa cinta kepada Nabi Muhammad SAW.

Di Indonesia sendiri terdapat berbagai cara perayaan yang dilakukan di masing” daerah. Diantaranya adalah perayaan sekaten yang dilakukan oleh masyarakat Yogyakarta, Surakarta dan Cirebon. Sekaten merupakan pengalihan ucapan oleh masyarakat jawa yang berasal dari “Syahadatain” atau dua kalimat syahadat.

Baca Selanjutnya…