Polemik Perayaan Maulid Nabi Muhammad S.A.W

Hari ini 12 Rabiul Awal 1431 H, yang merupakan hari kelahiran nabi besar Muhammad SAW seperti yang kita ketahui bersama sudah menjadi tradisi bagi masyarakat Indonesia yang notabene sebagian besar merupakan umat muslim untuk merayakannya, meskipun ada pula masyarakat muslim di luar Indonesia yang merayakannya.

Terdapat beberapa kaum ulama yang tidak merayakannya karena menganggap perayaan Maulid Nabi merupakan sebuah Bid’ah, yaitu kegiatan yang bukan merupakan ajaran Nabi Muhammad SAW. Mereka berpendapat bahwa kaum muslim yang merayakannya keliru dalam menafsirkannya sehingga keluar dari esensi kegiatannya. Namun demikian terdapat pula ulama yang berpendapat bahwa peringatan Maulid Nabi bukanlah hal bid’ah, karena merupakan pengungkapan rasa cinta kepada Nabi Muhammad SAW.

Di Indonesia sendiri terdapat berbagai cara perayaan yang dilakukan di masing” daerah. Diantaranya adalah perayaan sekaten yang dilakukan oleh masyarakat Yogyakarta, Surakarta dan Cirebon. Sekaten merupakan pengalihan ucapan oleh masyarakat jawa yang berasal dari “Syahadatain” atau dua kalimat syahadat.

Pada umumnya, masyarakat Yogyakarta dan sekitarnya berkeyakinan bahwa dengan turut berpartisipasi merayakan hari kelahiran Nabi Muhammad S.A.W. ini yang bersangkutan akan mendapat imbalan pahala dari Yang Maha Kuasa, dan dianugrahi awet muda. Sebagai “Srono” (Syarat) nya, mereka harus menguyah sirih di halaman Masjid Agung, terutama pada hari pertama dimulainya perayaan sekaten.

Puncak perayaan Sekaten disebut Gerebeg Mulud. diselenggarakan pada hari keduabelas bulan Mulud kalender Jawa. Festival ini dimulai pada pukul 7.30 pagi, didahului oleh parade pengawal kerajaan yang terdiri dari 10 unit: Wirobrojo, Daeng, Patangpuluh, Jogokaryo,Prawirotomo, Nyutro, Ketanggung, Mantrijeron, Surokarso, dan Bugis. Setiap unit mempunyai seragam masing2. Parade dimulai dari halaman utara Kemandungan kraton, kemudian melewati siti hinggil menuju Pagelaran, dan selanjutnya menuju alun2 utara.

Pukul 10.00 pagi, Gunungan meninggalkan kraton didahului oleh pasukan bugis dan surokarto. Gunungan dibuat dari makanan seperti sayur2an, kacang, lada merah, telor, dan beberapa pelengkap yang terbuat dari beras ketan. Dibentuk menyerupai gunung, melambangkan kemakmuran dan kekayaan tanah mataram.

Parade disambut dengan tembakan-tembakan dan sahut-sahutan oleh pengawal Kraton ketika melewati alun-alun utara, prosesi semacam ini dinamakan Gerebeg. Kata ’gerebeg’ berarti ’suara berisik yang berasal dari teriakan orang-orang’. selanjutnya gunungan dibawa ke Masjid Agung untuk diberkati dan kemudian dibagikan ke masyarakat. Orang-orang biasanya berebut untuk mendapatkan bagian dari gunungan karena mereka percaya bahwa makanan tersebut mengandung kekuatan gaib. Para petani biasanya menanam sebagian jarahan dari gunungan di tanah mereka, dengan kepercayaan ini akan menghindarkan mereka dari kesialan dan bencana. (waa… kalo yang ini sepertinya termasuk dalam golongan syirik ya :D)

Di Garut, terdapat upacara Ngalungsur yaitu proses upacara ritual dimana barang-barang pusaka peninggalan Sunan Rohmat (Sunan Godog/Kian Santang) setiap setahun sekali dibersihkan atau dicuci dengan air bunga-bunga dan digosok dengan minyak wangi supaya tidak berkarat, di fokuskan di desa Lebak Agung, Karangpawitan.

Di Banten kegiatan di fokuskan di Masjid Agung Banten. ditempat lain diantaranya tempat-tempat ziarah makam para wali.

Cara merayakan seperti yang tersebut di atas itulah yang mungkin ditakutkan oleh sebagian ulama sebagai bid’ah. Karena apabila kita amati jelas sekali bahwa apa yang mereka lakukan dan apa yang menjadi tujuan mereka tidak sesuai dengan syariat agama. Bahkan cenderung menuju ke arah syirik.

Adapun sebagian masyarakat Jawa merayakan maulid dengan membaca Barzanji, Diba’i atau al-Burdah atau dalam istilah orang Jakarta dikenal dengan rawi. Barzanji dan Diba’i adalah karya tulis seni sastra yang isinya bertutur tentang kehidupan Muhammad, mencakup silsilah keturunannya, masa kanak-kanak, remaja, pemuda, hingga diangkat menjadi rasul. Karya itu juga mengisahkan sifat-sifat mulia yang dimiliki Nabi Muhammad, serta berbagai peristiwa untuk dijadikan teladan umat manusia. Sedangkan Al-Burdah adalah kumpulan syair-syair pujian kepada Rasulullah SAW yang dikarang oleh Al-Bushiri.

Jadi, terlepas dari polemik diperbolehkan atau tidaknya perayaan” tersebut pelaksanaan maulid Nabi adalah perbuatan Bid’ah walaupun disinyalir mendatangkan dan memberikan manfaat kehidupan beragama kaum muslimin secara filosofis, peringatan maulid Nabi dapat menumbuhkan rasa cinta kepada Rasulullah yang kemudian ditunjukkan dengan mengikuti segala sunahnya dan menumbuhkan kesadaran akan beragama menuju kesempurnaan takwa, meskipuni tetap didahului dengan perbuatan Bid’ah.

Marilah kita sama-sama menghidupkan sunah-sunah Rasulullah saw dan menjauhi larangan-larangan dan meninggalkan bid’ah. Karena dengan begitulah kita bisa mengembalikan kepada umat ini kehormatan dan kemuliaannya.

Wallahu a’lam bisshawab…


Ditulis dari berbagai sumber ^_^

22 responses to this post.

  1. pertamax…….saya ucapkan
    assalammualaikum
    terlepas dari polemik tulisan diatas, yang sbenarnya menurut saya adalah makna yang kita ambil dari Maulid Nabi Muhammad SAW adalah jejak perjuangan Rasulullah untuk kita jadikan contoh dalam kehidupan sehari-hari…bukan perkara Bid’ah atau tidak Bid’ah
    salam kenal

    Balas

  2. Posted by rahmatkalem on 27 Februari 2010 at 12:55 AM

    Aku apresisasi tulisan dari saudari kika tapi menurut aku sih kita definisikan dulu ungkapan “bidah”.Bidah adalah sesuatu yang tidak perna dilakukan oleh rasulloh SAW atau sesuatu yang baru.
    tapi bidah sendiri telah klasifikasikan menjadi 2 bagian yaitu pertama bidah dholalah atau bidah yang tercelah contohnya menambahi sesuatu yang sudah Qot’ atau paten, kedua bidah khasanah atau bidah yang baik yang tidak melanggar sesuatu yang Qot’ meskipun hal2 itu baru. Dalam masalah merayakan maulud nabi menurut aku itu termasuk bidah khasanah dan bernilai ibadah bagi siapa yang merayakan karena Allah dan supaya kita mendapatkan syafaatnya nabi muhammad dengan memperbanyak membaca shalawat. Dan ada sebua hadist menyatakan kurang lebih seperti ini ada seorang Qurais, beliau sangat bergembira dengan kelahiran baginda rasullah kemudian orang Qurais itu masuk neraka dihentikan hukumanya oleh Allah kecuali pada hari senin. oleh karena itu merayakan maulid nabi adalah sesuatu yang utama untuk mengingat beliau dan melakukan sunnahnya.

    Balas

    • waaah pak kyai ne datang😀 terima kasih sudah berkunjung kemari kang rahmat ^_^
      sebenernya klo masalah bid’ah ataupun nggak nya saya jujur saya sendiri juga kurang paham…
      cuma klo dilihat dari cara merayakan Maulid Nabi yang semakin hari semakin melenceng dari tujuan dan maksudnya… itu yang menghawatirkan.

      Sebagai contoh tulisan saya di atas : ketika Maulid Nabi malah di gunakan sebagai hari untuk melakukan upacara ritual mensucikan benda” pusaka…begitu juga ketika masyarakat berebut gunungan karena mempercayai bahwa apa yang mereka ambil dari gunungan itu memiliki kekuatan gaib…. bukan kah itu malah menuju ke syirik?

      HIDUP!!! ^_^

      Balas

  3. pertamaxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx

    Balas

  4. kalo saja kita setiap tahun bisa memperingati hari proklamasi sbg bukti rasa patriotisme kita kpd bangsa dan negara sekaligus mengenang perjuangan para pahlawan kita yg gugur mempertahankan kemerdekaan, nah kenapa kita sbg umat muslim yg rindu sosok yg dibangga-banggakan melarang perayaan dan peringatan yg sifatnya utk me-napak tilas jalan perjuangan beliau saat menegakan agama Allah, msh saja diperdebatan?
    Sepanjang peringatan yg dilakukan tdk menyimpang dari sunah dan garis ketetapan Allah dlm alQuran, menurut saya sangatlah aik dan bnyk sekali manfaat dari peringatan tsb

    wallahualam

    Balas

    • Sepakat!!!😀 Bukan masalah merayakan atau tidak merayakannya… yg terpenting adalah apa maksud di balik perayaan yang di lakukan itu😉

      HIDUP!!! ^_^

      Balas

  5. Posted by BiJe on 27 Februari 2010 at 12:17 PM

    wahhh…dimana-mana postingan tema nya sama…
    -salam kenal mba-😀

    Balas

  6. yups sepertinya sependapat.. bisa di cek di: http://moestoain.multiply.com/journal/item/157/cinta_penabuh_rebana semoga bermanfaat!

    SABUDI (sastra budaya indonesia)
    mari kita jaga bersama!

    Balas

  7. Sesungguhnya telah ada pada diri Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu….

    semoga dengan “renungan” tiap tahun ini yang disebut maulid nabi, membawa manfaat (khususnya) kepada saya untuk lebih mengenal sosok kepribadian dan prilaku beliau, sehingga saya dapat
    mengamalkan sunnah-sunnahnya, ajaran-ajarannya dengan benar. amiiin

    Balas

  8. Sesungguhnya telah ada pada diri Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu….
    semoga dengan “renungan” tiap tahun ini yang disebut maulid nabi, membawa manfaat (khususnya) kepada saya untuk lebih mengenal sosok kepribadian dan prilaku beliau, sehingga saya dapat mengamalkan sunnah-sunnahnya, ajaran-ajarannya dengan benar. amiiin

    Balas

  9. terima kasih atas share nya.. memmang banyak prokontra ya,, bagi saya selama itu hanya sebatas doa dan tidak melenceng dari yang Allah ajarkan tidak masalah..
    dari tulisan diatas saya melihat ada yang dalam tahap wajar dana ada pula yang melenceng,,,
    tapi hanya Allah yang tahu sob hhee…

    Balas

  10. Hhhmmmm . . .🙂

    Balas

  11. itu lah indonesia….. banyak keragaman… di tiap daerah…
    salam knal mbak>>>🙂

    Balas

  12. Posted by bey on 12 Desember 2010 at 10:16 PM

    asal hukum ibadah adlh haram kecuali ada nash yg memerintahkannya. setiap yg bidah adlh dosa setiap yg dosa masuk neraka. haleluyah.

    Balas

  13. Posted by WONG RA NGAJI MELU NIMBRUNG on 28 November 2011 at 12:35 PM

    SOTOLOYO,, MEMANCING U/PERDEBATAN

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: