Archive for Maret, 2010

Yang Paling Mudah Menyakiti Kita


Orang yang memiliki peluang paling besar untuk menyakiti kita adalah orang yang paling kita sayangi.

Pernah mendengar ungkapan itu?
Pernah mengalaminya?
QK pernah,, mungkin sedang mengalaminya.

Pernah nggak terpikirkan mengapa ibu kita selalu saja cerewet dengan setiap apa yang kita lakukan, atau mengapa keluarga kita selalu menginginkan kita begini dan begitu, atau juga kenapa sich pacar dan teman-teman kita selalu saja mengatur kita ini dan itu melarang kita dan mengharuskan kita melakukan yang seperti ini dan jangan yang seperti itu? Ya bener,, itu karena mereka sayang sama kita. Mereka ingin yang terbaik untuk kita, mereka ingin kita bisa dibanggakan di depan orang-orang lain yang ada disekitar mereka.

Percaya dech sama QK, kalau rasa sayang itu nggak ada dalam hati mereka, mereka pasti nggak akan mau susah-susah cerewet untuk kita. Buat apa? Cerewet itu capek loh.. Tak akan ada untungnya juga. Mereka nggak akan peduli dengan semua yang kita lakukan, toh nggak akan ada efeknya juga buat mereka. Mau kita pulang malem, mau kita nggak makan, mau kita sakit, atau mungkin kita jadi nakal, kita jadi perampok, kita jadi pecandu narkotik itu nggak akan ada pengaruhnya buat mereka. Karena mereka nggak sayang kita.

Lalu apa yang terjadi bila orang yang kita sayangi tak bisa melaksanakan apa yang kita inginkan demi kebaikannya? Kecewa. Sakit. Dan merasa nggak berguna. Paling nggak itu yang QK rasain bila orang yang QK sayang nggak mau dengerin omongannya QK.

Baca Selanjutnya…

Pengangguran??


“Ka, kamu dapet telepon dari PT. xxx nggak?”

Itu bunyi dari sms yang QK dapat kemarin dari seorang teman QK yang beberapa hari yang lalu sama” taruh surat lamaran kerja di tempat yang sama, yaitu PT. xxx. Isinya singkat sich, tapi sempat bikin QK berpikir “Dia dapet panggilan tapi koq QK nggak? yach,,, lewat lagi dech surat lamaran kerjanya QK” … Yupzz,, bener… akhir” ini QK memang lagi sedikit disibukkan dengan kegiatan yang namanya mencari pekerjaan.

Sudah terhitung sejak  September tahun kemarin QK selesain studinya QK di salah satu perguruan tinggi swasta di Surabaya, tapi sampai hari ini, tanggal ini, bulan ini QK belum juga diberikan kesempatan kerja. Putus asa?? Mungkin….

Awalnya memang QK sedikit putus asa, apa pasalnya? Bayangin aja.. sudah 23 tahun QK hidup di dunia ini,,, Sementara banyak anak” lain diluar sana yang bisa memperjuangkan sendiri hidupnya tapi QK belum pernah sekalipun menghasilkan sesuatu yang bisa bikin orang tua keluarga QK bangga. Usia boleh 23 tapi hidup masih numpang aja, uang jajan masih minta aja, apa nggak sedih??

Bukan berarti QK nggak bersyukur dengan apa yang QK punya dan apa yang QK dapat selama ini sich, tapi jauh di lubuk hati QK yang paling dalam QK juga ingin lihat orang tua QK bahagia. Nah, salah satu yang bisa bikin orang tua QK bahagia menurut QK sendiri :mrgreen: adalah kalo melihat anak”nya sudah bisa berdiri sendiri alias membiayai dirinya sendiri. Ah,, sudahlah susah buat ngejelasinnya. Yang pasti, sekarang QK sudah nggak putus asa lagi dan akan terus berusaha meraih apa yang QK cari selama ini :mrgreen:

Beberapa waktu yang lalu QK sempat juga datang ke acara jobfair yang diadakan oleh salah satu PTN ( Perguruan Tinggi Negeri) di Surabaya. Dan.. apa yang QK lihat disana? Coba lihat ini….

Baca Selanjutnya…

Bayangan Masa Lalu (part 2)


Aku masih terdiam mengingat apa yang Atar ceritakan padaku tadi sore di halte. Ah, Atar… andai aja kamu ceritain semuanya dari dulu. Tapi memangnya aku bisa bantu apa kalo dia ceritain tentang kisahnya dari dulu? Paling juga Cuma turut prihatin. Eh eh, tapi kan seenggaknya dia jadi punya teman buat berbagi? Aih,, si Anez ke-GeeR-an. Terus kalo udah punya teman berbagi mau apa,, jangan-jangan ntar malah Anez temenan sama Atar gara-gara rasa kasihan. Hehe,,

Pantesan aja, yang namanya Atar susah ditebak jalan pikirannya. Kadang baik banged, tapi kadang membingungkan. Mendadak nggak mau ngomong, mendadak jutek. Mungkin saat seperti itu dia lagi teringat sama masa lalunya kali ya?

Berbagai pikiran datang menyergap kedalam otakku, mulai dari rasa nggak percaya, kasihan, sampai nyalah-nyalahin si Atar. Kaya’ nggak ada cewek laen aja. Kesenengan amat tuch si Lia, udah bikin sakit ati eh masih di pikirin juga. Mending kan buat mikirin yang lain yang lebih berguna. Mikirin Anez misalnya, lho…lho… 😀

Dan malam ini pun aku tak bisa tidur karena masih teringat semua yang diceritakan oleh Atar,bener-bener nggak habis pikir. Koq masih ada aja cewek seperti itu. Aduh,, mendadak kepalaku terasa pusing. Masa sich Cuma gara-gara dngerin ceritanya Atar bisa bikin kepala sesakit ini? Ah nggak tau dech,, tidur aja kali ya…

Baca Selanjutnya…

Bayangan Masa Lalu (Part 1)


Aku berlari terburu-buru memasuki halte tempat aku biasa menunggu jemputanku. Kubersihkan ujung-ujung sepatuku yang terkena percikan air hujan. Ya, hujan.. itu yang membuatku berlari-larian menuju ke halte bus di depan kampusku. Aku menggerutu panjang pendek demi menyadari sebagian pakaianku basah terkena air hujan, ditambah lagi sudah sekian menit menunggu tapi jemputanku tak datang-datang juga. Membuatku semakin dongkol saja.

Ku coba mengalihkan perhatian dengan melihat-lihat di sekeliling halte. Ah, indahnya hujan ini. Pikirku sesaat setelah emosiku sedikit mereda. Ternyata air yang jatuh membasahi bumi ini kalau diperhatikan semakin lama semakin tampak cantik saja. Jadi menyesal tadi sudah ngomel-ngomel nggak karuan gara-gara kehujanan. Padahalkan lebih susah lagi kalau hujan nggak mau turun sama sekali. Aku tertawa kecil, mentertawakan pikiranku yang kekanakan tadi. Ngomel-ngomel nggak jelas Cuma karena sedikit kehujanan.

15 menit, 25 menit, kemana ini kakakku… koq aku nggak dijemput-jemput juga sich! Pikirku mulai sedikit jengkel. Gak tau apa kalau adeknya ini sudah mulai kedinginan. Kembali ku coba melayangkan pandang ke sekitar area sekolahku. Sudah sepi, hanya ada satu, dua orang yang melintas di jalan. Mungkin karena efek hujan, suasana kurasakan jadi sedikit mencekam. Tubuhku bergidik ketika menyadari ternyata aku tak sendirian di halte itu. Ada seorang lelaki di sana. Entah sejak kapan dia ada disitu, aku tak terlalu memperhatikan. Mungkin saat aku sibuk melamun tentang indahnya hujan tadi. Sekali lagi tubuhku bergidik, entah karena kedinginan atau karena ada semacam rasa takut yang terselip dengan keberadaan lelaki itu.

Ku coba sesekali mencuri pandang ke arah lelaki itu. Hm, wajahnya biasa aja.. nggak jelek. Yaa.. walaupun juga nggak bisa dikatain cakep 😀 tapi ada sesuatu yang aneh tersirat dari pandangan matanya. Seolah dia sedang menantikan sesuatu. Apa iya dia juga menunggu jemputan sepertiku? Kekekke,,, tak sadar aku melepas tawa. Dan sialnya lelaki itu menyadari bahwa aku mentertawakannya. Ia menoleh ke arahku, membuatku sedikit gugup dan salah tingkah karena kepergok sedang memperhatikannya.

“Mm,, lagi tunggu jemputan mas?” tanyaku mencoba mengatasi kegugupanku. Meskipun jujur saja sebenernya aku pun takut menyapanya. Habisnya tatapan matanya tajam juga. Jadi takut terjadi sesuatu dengan diriku yang wanita ini. Hehe,,

Baca Selanjutnya…

Mimpiku Masuk Yang Mana…


“Aku melihat sosok hitam itu, kemudian sosok hitam itu mondar mandir di sekitarku. Aku amati dia, sepertinya aku mengenalinya. Semakin lama semakin tampak jelas.. tiba” dia memegang bahuku. Dan saat itu aku begitu jelas melihatnya, adekku. Kenapa? Kenapa dia ada disini. Dia tersenyum, kutarik dia keluar ruangan menjauh dari orang”. Aku ajak dia bercerita”, ku tanya gimana kabarnya.. sampai akhirnya waktu itu tiba. Dia harus kembali. Aku lihat dia pun tak rela meninggalkan semua, tapi dia harus pergi. Dia terdiam di sudut ruangan. Aku mencoba menahan kepergiannya, dia tak bersuara. Dia meneteskan air mata, aku pun juga. Sesaat kemudian aku terkejut dan terbangun dari tidurku… dan air mata pun telah membasahi pipi…”

Astaghfirullah….

Itu mimpi yang ku alami beberapa waktu yang lalu. Mungkin karena sebelum tidur lupa berdoa kali ya :mrgreen: atau mungkin juga karena akhir” ini merasa kangen dengannya(adek) 😦 jadi setan” itu berusaha mengusikku lewat mimpi :mrgreen:

Au’ ah… 😯

Mimpi, siapa sich yang nggak pernah mengalami hal yang satu itu? Kata orang mimpi itu bunga tidur. Lha kalo bunganya melati atau mawar nggak apa-apa. Tapi kalo bunganya bunga bangkai alias mimpi buruk? Siapa yang nggak takut?
Baca Selanjutnya…

Berkurang Setahun Kontrakku


Adekq, bertambah satu umurku..

Adekq, berkurang setahun lagi kontrakq…

Adekq, semakin aku mendekatimu..

Adekq, harus senang atau sedih kah aq?

Aq senang karena semakin sedikit jarakq untuk bisa bertemu denganmu kembali,,

Aq sedih sudah cukupkah bekal yang ku bawa untuk menemui-Nya?

Aq takut, benarkah aq bisa menyamai tempatmu di sisi-Nya?

Aq bingung, apa yang harus kulakukan di sisa waktuq selanjutnya?

Adekq, kalau kau tau…

Sedikit waktumu mengajarkan banyak hal untukq…

Kepergianmu menyadarkanq… memberikan banyak pelajaran dalam hidupq…

Adekq, apa kau tau…

Beberapa hari yang lalu bertambah lagi angka usiaq

Ingatkah kamu?

Baca Selanjutnya…

Pekerjaan Orang Jaman Sekarang (Part 2)


Akhirnya, menulis lagi untuk melanjutkan postingan yang kemaren setelah beberapa hari sibuk dan nggak bisa nge-blog… akhirnya…. Akhirnya… akhirnya… sekarang bisa merangkai kata untuk mengeluarkan segala uneg” kembali disini.. :mrgreen:

Oke gag usah lama”,,, Qk Cuma pengen menuangkan uneg” lebih lanjut sebagai lanjutan dari uneg” yang kemaren sich,, itu tuch… tentang si ibu pengamen wanita 😀 kali ini apalagi ulah mereka untuk menarik belas kasihan dari kita?
Baca Selanjutnya…