Ketika Sendiri


Mereka bilang sendiri itu tak menyenangkan
Banyak juga yang menggumam…
Memangnya apa yang bisa dilakukan dalam kesendirian?”
Tapi bagiku tidak.

Kesendirian mengajarkanku banyak hal
Kesendirian juga yang membuatku menjadi lebih kuat dan tegar

Sendiri mengajarkanku mandiri,
Bagaimana kita harus menyelesaikan tugas-tugas kita
Semaksimal mungkin tanpa bantuan orang lain

Sendiri mengajarkanku arti menghargai orang lain
Ketika kita bersama biasanya kita kurang peduli dengan orang-orang di sekeliling kita
Tapi ketika sendiri…
Kita akan mengerti betapa sebenarnya kita sangat membutuhkan orang  lain

Dalam kesendirian akan selalu ada perenungan
Karena dalam kesendirian kita akan mendapatkan ketenangan

Sendiri itu indah kawan…
Meskipun kebersamaan itu menyenangkan
Tapi sendiri tak berarti penuh dengan kesedihan

~kirana, 090113~

Nge-blog Lagi


Kawanku, temanku, sodaraku…

image

Senengnya udah bisa ngeblog lagi. Moga-moga aja bisa lancar selalu :D
Walaupun jujur QK sih belum terbiasa banged sama alat baru ini :D

HIDUP!!! ^_^

Abu – abu


Putih bukan, hitam juga bukan

Baik nggak, buruk? Nggak juga

Jadi aq ini berada dimana?

Aq ini berwarna apa????

Samar… tidak jelas keberadaannya

Tapi aq ya begini,

Abu-abu

Terkadang hampir putih

Lalu kembali terpercik noda hitam

Abu-abu jadinya…

~ Kirana, 01122011~

angel-in-the-sky

Katanya Sayang?


Hai kawands jumpa lagi sama QK :) dan lagi lagi kali ini QK mau sedikit curhat dan sedikit berbagi cerita dengan kalian Jadi, kali ini apalagi yang jadi bahan omelan QK di sini? hmmm :roll:

Begini kawands, beberapa hari yang lalu ketika QK lagi curhat-curhatan sama temennya QK dia cerita. Dia bilang “QK, kata keluargaku mereka sayang denganku. Dan mereka juga sering bilang kalau aku lebih penurut daripada kakakku. Kakakku itu menyebalkan, dan gak jarang bikin mereka jengkel. Tapi kenapa yaa.. koq semua yang diminta sama kakakku selalu dikasih. Semuanya kakakku yang nomor satu, sedangkan aku terkadang merasa di nomor sekian-kan. Kalau boleh aku bandingkan, aku selalu patuh sama mereka sedangkan kakakku lebih sering menentang. Saat aku gak boleh melakukan ini dan itu yang aku ingin, kakakku boleh. Ketika aku ingin mendapatkan sesuatu aku harus menunggu lama, tapi kakakku selalu dapat apa yang dia mau. Aku sering disuruh ini dan itu untuk hal-hal yang sepele, aku pikir wajar kalau aku yang disuruh karena aku lebih muda. Tapi ketika aku sedang letih dan mereka tetap suruh-suruh aku, sedangkan saat itu kakakku keadaannya lebih santai daripada aku. aku jadi heran QK.

Mereka sering juga ngomel-ngomel ke aku, tentang kakakku yang nggak nurut dan sebagainya. Kata mereka biasanya, “sudah, kelamaan kalau kakakmu. Kamu saja yang berangkat. Kamu saja yang kerjakan. Kita itu senang kalau nyuruh kamu, nggak seperti kakakmu.” Selalu begitu jawabnya. Bukankah mereka bilang mereka sayang aku QK? tapi kenapa rasanya aku malah jadi lebih sengsara? sedangkan kakakku sepertinya hidupnya lebih menyenangkan dan mudah?”

Tadinya QK jawab, ya kamu sabar aja. Mungkin memang mereka lebih senang kalau kamu yang mengerjakan. Mereka lebih percaya kalau kamu yang lakukan apa yang mereka mau. Yaa seperti yang kamu bilang, mungkin kakakmu terlalu lamban :green: :lol: atau mungkin juga memang mereka tuh sayang banget sama kamu, jadi yang ada dalam ingatan mereka cuma kamu kamu dan kamu :lol: makanya mereka seneng banget tuch nyuruh-nyuruh kamu, habisnya yang mereka ingat cuma kamu qkqkqkq :lol: jawabku sambil bercandaberusaha menghibur dia.

Tapi setelah itu QK juga berpikir sich kenapa koq bisa begitu ya? :roll: Sampai akhirnya QK menyadari sesuatu :idea:

1. Allah tidak akan memberikan ujian melebihi kemampuan hambaNya

Jadi  QK yakin seberat apapun yang dialami dan dirasakan sama teman QK itu, pasti itu adalah yang terbaik untuknya.

2. Allah memberikan ujian itu kan bermacam-macam bentuknya, misalnya ada yang di uji dengan kekayaannya dan ada juga yang di uji dengan kemiskinannya. Cantik, Jelek, pintar, Cacat, kaya, miskin  semua itu juga bentuk ujiannya bukan? tapi kan bukan berarti Allah hanya peduli pada yang cantik sedangkan yang jelek ditelantarkan. atau Allah hanya peduli pada yang kaya tapi yang miskin di abaikan. Pada seorang ustadz, ada campur tangan Allah dalam hidupnya. Sama juga pada seorang perampok, ada campur tangan Allah dalam tiap hari yang dilaluinya.

Sama seperti temen QK yang walaupun katanya kakaknya nggak nurut dan temen QK lebih baik dari kakaknya, tapi keluarganya sebenarnya pasti tetap menaruh peduli pada mereka berdua

3. Cara menguji Allah pada tiap hambaNya itu berbeda. Ada orang yang di uji dengan selalu di berikan kesengsaraan dalam hidupnya. Sudah kerja mati-matian tapi jangankan untuk hidup mewah, untuk makan sehari- hari aja masih susah. Ada juga orang yang di uji dengan segala kenikmatan yang dia punya. Hidupnya santai, setiap hari kerjanya cuma foya-foya tapi sepertinya keberuntungan selalu berpihak padanya. Kelihatannya memang mungkin hidup yang penuh nikmat itu lebih indah, dan lebih berkah. Tapi siapa yang tahu bahwa sebenarnya di mata Allah  yang di uji dengan kesengsaraanlah yang lebih mulia di sisiNya. Ehm kalau istilah jawa mungkin “di gunggung, di lulu”

Sama seperti teman QK yang sepertinya dia lebih sengsara, padahal mungkin sebenarnya keluarganya memang lebih memperhatikan dia. Lebih sayang sama dia, jadi keluarganya nggak ingin dia salah langkah. Itu sebabnya dia dilarang ini dan itu, karena keluarganya nggak mau dia sampai melakukan suatu hal yang salah. Sedangkan dengan kakaknya, keluarganya memang seolah membiarkan setiap apa yang dilakukan, Tapi sebenernya mereka nggak terlalu ambil peduli dengan kehidupannya. Asalkan sang kakak nggak salah-salah amat ya udah biarin aja.

Begitu kali yaaaaaaaa………. :razz:  :cool:

Belum Waktunya


Pada suatu percakapan di suatu sore :

“Sabar, kamu itu belum waktunya.”

Waktunya? Emang apa yang menjadi indikator sudah waktunya atau belum?

Usia? Materi? Kedewasaan?
Darimana bisa mengukur kedewasaan?

HAaiihh,,, sudahlah… biarkan saja berjalan seperti biasa.

Kamu Bukan Nomor Satu


diambil dari blog orang

Maaf . . . kamu memang bukan yang nomor satu bagiku
Ketika kau tanyakan apa dirimu berharga untukku?

Ya, kehadiranmu penting dalam hidupku
Tapi kamu memang bukan terpenting yang nomor 1

Tanpamu serasa tak lengkap hariku,
Tapi maaf kamu tetap tak bisa jadi yang nomor 1

Tanpamu terasa berkurang bahagia dalam hidupku
Tapi bukan berarti aku tak bisa hidup tanpa kamu
Karena aku masih punya yang nomor 1

Kau sedih, marah, kecewa, cemburu?
Karena tak bisa jadi yang nomor 1?
Jangan sayang, tak boleh begitu . . .

Lihat dulu urutan penting dalam hidupku
Satu, Tuhan dan agamaku
Dua, ibu dan keluargaku
Dan yang ketiga, itu baru kamu

~ Kirana, 041111 ~

Aku Bukan Orang Yang Romantis


Aku memang tak romantis
Aku tak bisa katakan cinta,
Aku juga tak biasa ungkapkan rinduku

Aku bukan orang yang romantis,
Kalau selalu menghujani peluk dan cium itu maksudmu
Bahkan hanya untuk menatap dan menggenggam tanganmu,
aku butuh mengumpulkan semua keberanianku

Aku hanya bisa mencintaimu dengan hatiku
Memastikan dirimu baik disetiap waktu,
Menyemangatimu meski kamu tak pernah menyadari itu,
Mendoakanmu disetiap sujudku,
dan membawa namamu di urutan sekian dalam hariku meski kamu tak pernah tau

~ Kirana, 041111 ~

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 60 pengikut lainnya.