Menanti Cerah Datang

Hujan.

Ketika ku dengar derap langkahmu perlahan menjauh dariku. Apa salahku? Aku tak pernah tau mengapa tiba” kau pergi meninggalkanku. Masih teringat olehku semua janji” manismu. Begitu hangat terdengar, tapi semua itu hanyalah sebaris kalimat tak berbukti yang kau ucapkan kepadaku. Ku diam, tak tahu apa yang harus ku lakukan. Menangisi kepergianmu, ya.. hanya menangis yang bisa kulakukan saat ini.

Tetap hujan.

Kala ku sadari kini aku sendiri tanpamu di sisiku lagi. Hanya air mata tertumpah yang mampu meredakan gemuruh di dada. Harusnya aku marah, tapi sungguh aku tak bisa. Masih dapat ku dengar dengan jelas ketika kau ucapkan kata perpisahan itu “Maaf, Rani. Hatiku tak lagi untukmu” lalu tanpa mempedulikan perasaanku kau pergi meninggalkanku begitu saja. Singkat. Sebuah kalimat singkat dan pelan, namun begitu menghujam ke dalam relung hati. Mengalahkan gemuruh suara petir yang ku dengar saat ini. Harusnya aku marah kan? tapi mengapa aku hanya bisa menumpahkan air mata?

Masih mendung.

Ketika kucoba melangkahkan kaki tanpa hadirmu lagi. Aku tau, aku tak boleh terus begini. Ini harus di akhiri. Meski sulit, meski perih, meski tak ingin… tapi bila hati sudah tak dapat di satukan lagi mengapa mesti dipaksakan? Sungguh kau tak akan tau betapa sulitnya aku tanpamu. Tapi apa pedulimu?

Cerah.

Kapan cerah datang.. saat aku bisa bebas bergerak tanpa beban. Tanpa ada lagi bayangan kepergianmu yang selalu menghantuiku. Ah, biarkan saja hujan… biarkan hujan menghapus semua jejak langkah kakimu. Biarkan mendung menghilangkan bayanganmu. Hingga saat cerah datang yang dapat kulihat hanya lah jejak langkahku, hanya bayang”ku.

Hujan…

Ketika ku dengar derap langkahmu

perlahan meninggalkanku

Tetap hujan…

Kala ku sadari kini ku sendiri

tanpamu di sisiku

Masih mendung…

Ketika kucoba melangkahkan kaki

tanpa dirimu lagi

Kapan cerah datang?

Saat ku bisa bebas bergerak tanpa beban

tanpa ada lagi bayang kepergianmu

yang selalu menghantuiku

Hujan… tetap hujan

kirana, 230210

12 responses to this post.

  1. mantab, sangat puitis…
    bila hujan datang biasanya saya sedia payung hehehe…
    salam kenal ya…

    Balas

  2. excellent poem.. salam kenal juga….

    Balas

  3. setelah hujan reda, biasanya ada pelangi indah berwarna warni, jadi nikmatilah hujan yg datang.
    salam.

    Balas

  4. Klo saya koq lebih suka saat hujan yah…. Jd lebih romantis…^^

    Balas

  5. klo lg hujan, dirumah pasti udah sedia ember 3 biji…. soalnya genteng pada bocor🙂

    Balas

  6. Posted by jalinankata on 25 Februari 2010 at 10:40 PM

    nice blog..

    sesama patah hati-er, semangat ya. hidup!!!! ^ – ^

    Balas

  7. hujan tak selamanya turun
    ada satnya matahari hadir menemani langkah kakimu
    itulah saatnya engkau beranjak pergi
    mencari sebuah pelangi yang pasti ada walaupun tesembunyi dibalik awan

    jangan biarkan hati terus basah dilumuri oleh air hujan yang kadang datangnya tak terduka
    kehangatan jiwa sebentar lagi akan kau dapatkan
    asal dirimu tdk terpaku pada langkah-langkah dirinya yg terus menghabtui setiap mimpimu

    ini saatnya melupakan nya
    ini saatnya menghapus semua coretan kecil bersamanya
    ini saatnya merajut benang2 harapan yang pasti menyambutmu dengan cerita yang lebih bermakna dari cerita yg pernah engkau lalui bersama seseorang yg telah hilang

    salam

    Balas

  8. hujan pasti kan datang dan terus datang
    tapi cerah akan setia menanti disaat hujan bosan membasahi bumi

    Balas

  9. Biarkan hujan membasuh duka, kemudian…… biarkan pelangi membawa suka…!!

    Tapi, sya lebih suka gerimis….
    ” Dancing under drizzle”… : )

    Salam kenal……

    Balas

  10. Bagus sekali puisinya…

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: