Maaf . . . kamu memang bukan yang nomor satu bagiku
Ketika kau tanyakan apa dirimu berharga untukku?
Ya, kehadiranmu penting dalam hidupku
Tapi kamu memang bukan terpenting yang nomor 1
Tanpamu serasa tak lengkap hariku,
Tapi maaf kamu tetap tak bisa jadi yang nomor 1
Tanpamu terasa berkurang bahagia dalam hidupku
Tapi bukan berarti aku tak bisa hidup tanpa kamu
Karena aku masih punya yang nomor 1
Kau sedih, marah, kecewa, cemburu?
Karena tak bisa jadi yang nomor 1?
Jangan sayang, tak boleh begitu . . .
Lihat dulu urutan penting dalam hidupku
Satu, Tuhan dan agamaku
Dua, ibu dan keluargaku
Dan yang ketiga, itu baru kamu
~ Kirana, 041111 ~



Posted by cobalihataku on 12 Desember 2011 at 5:52 PM
bagus… memang benar,,,, sekarang kebanyakan orang tidak sadar
Posted by kikakirana on 16 Desember 2011 at 12:21 PM
Hu uh
HIDUP!!! ^_^
Posted by Cahya on 12 Desember 2011 at 6:20 PM
Wah, terus penulis sendiri urutan ke berapa?
.
Posted by kikakirana on 16 Desember 2011 at 12:21 PM
QK urutan kesekian,,,
HIDUP!!! ^_^
Posted by ovicgunawan16 on 12 Desember 2011 at 9:23 PM
yoyoi….
nice notes…
Posted by kakaakin on 13 Desember 2011 at 4:47 AM
Wah… Kika udah balik ya…
Posted by kikakirana on 16 Desember 2011 at 12:22 PM
hi mbak akin
HIDUP!!! ^_^
Posted by tunsa on 14 Desember 2011 at 5:05 PM
saya juga bukan nomer satu
Posted by Asop on 24 Desember 2011 at 2:53 PM
Masih ada nomor 2.
Posted by ewaldoapra on 19 Januari 2012 at 2:28 PM
kalau saya masih akan menyelipkan sahabat dan teman-teman setelah keluarga..
Posted by wahyu nurudin on 20 Februari 2012 at 10:17 AM
realistis saja. ini memang kenyataan. nomor satu Tuhan. kedua agama. baru kamu.
kalau aku romantis aku menjawab kamu nomor satu. tapi tidak realistis.
kalau aku nasionalis negara nomor satu. kamu tak ada.
bersyukurlah kamu masih berarti bagiku.