“Sudah cewek, berjilbab pula tapi koq ngomongnya seperti nggak punya aturan begitu”
“hmmm,,,,”
“Aku saja biarpun jelek-jelek begini, biarpun temanku banyak cowoknya, tapi kalau ada temanku yang omongannya buruk seperti itu nggak bakalan kujadikan teman!”
“Ya.. jangan dilihat begitu. Yang penting kan bagaimana sikap mereka ke kita. Biarpun mereka itu suka ngomongnya buruk, biarpun mereka sifatnya buruk, asal mereka nggak mempengaruhi kita, asalkan mereka tetap baik sama kita, kenapa juga kita harus mempermasalahkan setiap kejelekan mereka?”
“Ya rugi sama jilbabnya!!”
“Iya sich, tapi kan orang juga nggak bisa dilihat dengan cara seperti itu. Lagipula, apa dikira selama ini teman-temanku itu baik-baik semua? nggak. Yang cewek banyak yang nggak bener, nggak tahu aturan, yang cowok juga banyak yang nakal.” ? ( maafkan aku kawan, jadi menjelekkan kalian..
)
“masa?? termasuk si …. yang rajin sholat itu?”
“Ya mungkin juga… tapi juga bisa juga nggak, kan gak ada yang tahu.” (ugh,, sebenernya aku tahu, tapi ya sudahlah… masa ya harus ku iya kan?? )
“sholatnya rajin begitu masih suka minum juga? ya kamu sebagai teman kan seharusnya mengingatkan. masa sudah bisa sholat koq masih nakal juga.”
“Sebenernya nggak di ingatkan juga mereka itu sudah tahu sendiri, aku juga heran kenapa mereka masih juga ngelakuin kesalahan itu.” (Dan sebenarnya QK juga sudah ingatkan… tapi semua keputusan kan kembali kepadanya.. hmm.. )
“ah pokoknya orang itu nggak bisa di lihat dari sudah rajin sholat atau belum, nggak bisa juga di lihat apa dia itu orang yang suka minum atau nggak, nggak bisa juga dilihat dari bagaimana cara dia menarik simpati seseorang”
(aahhh,,, ternyata penyakitku itu belum sembuh juga??? kapan aku bisa mulai percaya sama orang lain? tanpa perlu ada curiga buat mereka semua.)
**************************************************************************************************
Sepenggal percakapan yang membuatku kembali terpikirkan sebuah pertanyaan yang sudah lama nggak pernah ku ingat lagi : “Apa orang yang dulunya pernah melakukan kesalahan, di kemudian hari dia akan selalu dianggap bersalah?”
Andai ada seseorang yang dulunya pecandu narkoba, lalu dengan bersusah payah dia menyudahi candunya…. apa selamanya dia selalu di cap sebagai pecandu??
Andai ada seorang pemabuk yang mencoba untuk bertobat, apa orang-orang di sekitarnya mampu menerima dirinya dan memperlakukannya adil seperti yang lainnya?
Andai ada seseorang yang sukanya berzina, lalu dia berhenti dari zinanya, menyesali perbuatannya… apa lingkungannya bisa menerimanya?
Padahal mereka butuh kepercayaan dari orang-orang di sekitarnya, mereka butuh sikap yang bisa menguatkan mereka, apa lingkungannya bisa?
(aih,,, tulisan yang ngawur… tapi memang itu yang selama ini sering jadi pertanyaan… ternyata kepercayaan itu sangat penting ya kawan… Dan ketika kepercayaan itu hilang, apa ia dia masih bisa kembali lagi? )
nb : gambar di ambil dari sini



Posted by Cahya on 18 Oktober 2010 at 9:08 PM
Aduh, percakapan di atas ndak ada spasinya
Posted by kikakirana on 18 Oktober 2010 at 9:31 PM
wew maafkan…
sudah di betulkan ^_^ haduwh… hehe
HIDUP!!! ^_^
Posted by Red on 18 Oktober 2010 at 9:11 PM
Keduax!
Posted by kikakirana on 18 Oktober 2010 at 9:32 PM
ayeee…
HIDUP!!! ^_^
Posted by liliwangi on 18 Oktober 2010 at 11:05 PM
Semakin banyak memang orang yang mampu bersembunyi di balik busana. Tapi tak ada yang mampu bersembunyi dari sorot mata dan ucapan. Kalau kita jeli, kita akan tahu bahwa keduanya (sorot mata dan ucapan) adalah sepasang sahabat yang saling mengisi, yang dapat memberi dan menerima curahan hati dengan baik dan benar.
Selamat malam Qk…..!!
Posted by kikakirana on 19 Oktober 2010 at 2:24 PM
sedih dan sedikit jengkel sebenernya klo mengingat orang itu eyang
semoga QK bisa lebih jeli untuk memahami sorot mata dan ucapan seseorang,, jadi QK nggak salah” dalam menilainya
sore eyang… Qk bukanya sore :
HIDUP!!! ^_^
Posted by asepsaiba on 19 Oktober 2010 at 6:10 AM
Mereka butuh kepercayaan dan dukungan kita.. Jika mereka kembali ke jalan sesat itu, sebagian karena kita tidak bisa menerima mereka…
Mending jadi mantan copet daripada mantan santri, bukan?
Posted by kikakirana on 19 Oktober 2010 at 2:25 PM
ahaha
keren”…. mending mantan copet daripada mantan santri qkqkkqkq…
betul betul betul
HIDUP!!! ^_^
Posted by rhinie on 19 Oktober 2010 at 7:34 AM
kak kika,,, semua manusia itu mempunyai dua sisi baik dan buruk. bukan dilihat dari pakaiannya, kecantikannya, ataupun kekayaannya.. tapi dilihat dari akhlaq mereka. Dan kita sebagai manusia juga pernah melakukan kesalahan bahkan menyakiti hati orang lain. lebih baik kita mengingatkan diri kita sendiri, apakah kita sudah berakhlaq baik atau bahkan kita sama seperti yang dibicarakan kak kika diatas???… Maaf ya kak, komentarnya..
Posted by kikakirana on 19 Oktober 2010 at 2:31 PM
maaf kenapa?? memang benar seperti itu koq
HIDUP!!! ^_^
Posted by rhinie on 20 Oktober 2010 at 1:21 PM
minta maap ajah..hehe..
Posted by ummurizka on 19 Oktober 2010 at 10:38 AM
memang melihat orang tidak bisa dari sisi zhahirnya saja, juga dari sisi kepribadiannya, akhlaqnya, aqidahnya..namun orang yang beruntung adalah orang yang selalu berusaha untuk memperbaiki diri dan berusaha agar agar hari ini lebih baik dari hari kemaren, serta hari esok harus lebih baik dari hari ini…
Posted by kikakirana on 19 Oktober 2010 at 2:28 PM
iya ummu…
Posted by mandor tempe on 19 Oktober 2010 at 11:30 AM
menilai orang sangat mudah, bahkan bisa menjadi suatu pekerjaan lho. lihat saja celetuk salah seorang teman saya “Kamu ini kerjaannya jelek-jelekin orang aja!?” tuuh kan, menilai orang bisa jadi sebuah pekerjaan
Karena mulut ini paling mudah untuk menjustifikasi orang padahal belum tentu orang yang dinilai lebih buruk daripada yang menilai. Apalagi yang menilai tidak mau tahu bagaimana kelanjutannya. Bahwa tidak selamanya maling itu setiap saat melakukan kegiatan mencuri, ada kalanya dia bekerja mencari uang dan dia tidak mencuri. So, manusia pasti akan berubah menurut hati nurani yang benar.
Posted by kikakirana on 19 Oktober 2010 at 2:32 PM
iya pak mandor….
Posted by ewaldoapra on 19 Oktober 2010 at 6:55 PM
iyaa..
kalo lingkungan sudah terlanjur “memberi cap” seperti itu, terkadang susah untuk mengubahnya..
Posted by kikakirana on 21 Oktober 2010 at 2:11 PM
ya itulah…
padahal kan mungkin aja yg di cap lebih baik dari yg memberikan cap
Posted by loewyi on 19 Oktober 2010 at 8:13 PM
halu mbak QK….
pakabar???
Posted by kikakirana on 21 Oktober 2010 at 2:16 PM
baik luk” ^_^
HIDUP!!! ^_^
Posted by Fir'aun NgebLoG on 20 Oktober 2010 at 4:47 AM
baru “sepenggal” aja udah lumayan panjang…. apalagi klo “sepuluh penggal” percakapannya, bisa2 ga muat nich blognya
hehehe…
Posted by kikakirana on 21 Oktober 2010 at 2:25 PM
ya di buat terpenggal” biar muat hehe
HIDUP!!! ^_^
Posted by Ronnie Rzeznik on 20 Oktober 2010 at 11:52 AM
Memang.. Agama g bs jd patokan seseorang pasti baik.. Krn stiap org tetep pny sisi gelap msg2.. Agama cmn sbg rem dlm kehidupan.. Klo suatu saat org mpe menabrak rambu2 larangan, setidak’y dgn agama seseorg bs agak menahan dirinya sendiri spy g terlalu kebablasan.. Anyway.. Hidup QK !!!
Posted by kikakirana on 21 Oktober 2010 at 2:27 PM
HIDUP!!! ^_^
iya ron…. gag bisa di jadikan patokan…. >.< mbulet…
ah.. sudahlah.. gag usah di bikin pusing kali ya… pokok nya jalani hidup ini dengan benar… itu aja lah ehehe
HIDUP!!! ^_^ lagi
Posted by budiarnaya on 20 Oktober 2010 at 8:10 PM
Jadi ingat lagu ebiet. apakah bila terlanjur salah akan tetap dianggap salah ? semuanya nanti akan dibeberkan olehNYA…
salam kenal dari Jembrana Bali
Posted by kikakirana on 21 Oktober 2010 at 2:28 PM
kenal balik
hehe koq malah nyanyi….
HIDUP!!! ^_^
Posted by Tio Alexander™ on 20 Oktober 2010 at 10:05 PM
Nggak ada teman yg bener2 sempurna
Posted by piacerre ☺ on 20 Oktober 2010 at 11:30 PM
yang penting niatnya dulu aja deh agak susah soalnya menuntut seseorang buat sempurna
lagian emang ga ada yang sempurna kok.
Posted by Sang Penjelajah Malam on 21 Oktober 2010 at 5:49 AM
when i’m right no one remember
when i’m wrong no one forget
Posted by Andrew on 23 Oktober 2010 at 1:10 AM
yah beginilah kehidupan kk…. ga semuannya indah dan bagus
Posted by Fir'aun NgebLoG on 23 Oktober 2010 at 1:33 AM
RONDA MALAM…!!!
Posted by Nur'Amilah on 23 Oktober 2010 at 1:34 AM
kunjungan pertama…
salam kenal yach,
terima kasih,
salam…
Posted by Mila on 23 Oktober 2010 at 8:13 PM
Kunjungan malam kika…..
apa kabar?
Posted by edda on 24 Oktober 2010 at 10:37 AM
yaaah tiap orang psti prnh salah,, klo mau tobat ya bgus,,tp ga bkal bisa ngembaliin smuanya kan
Posted by Irawan on 24 Oktober 2010 at 12:09 PM
“Apa orang yang dulunya pernah melakukan kesalahan, di kemudian hari dia akan selalu dianggap bersalah?”
kebanyakan sih iya. karena kesalahan biasanya selalu nempel di hati orang lain, beda halnya dengan kebaikan yang cepat terlupakan.
Posted by Richie Lanover on 25 Oktober 2010 at 8:13 PM
manusaia gak ada yang sempurna, krna manusia itu sendiri adalah tempatnya salah n lupa, jadi kita sebaiknya mungkin untuk merubah suatu kesalahan itu agra tidak terulang lgi n menjadi lebih baek lagi amien…
salam kenal yak…
oya moon mampir juga dunk di http://lanover.wordpress.com/, ceritanya agak garing seh, tapi setidakny bisalah bikin kamu ketawa ampe guling-gulingan kejalan whehehehe, cuma becanda koq,
Posted by K_S_C on 28 Oktober 2010 at 4:44 AM
Mulai sekarang sister:)
Berkhusnudzon tapi tetap waspada:)
Rekomendasi-Pribadi yang seimbang karangan Dr Dasuqi
Kalau g salah terbitan Mizan:)
Posted by Fir'aun NgebLoG on 31 Oktober 2010 at 1:05 AM
kunjungan malam….
giliran ronda lagi nich
Posted by Nia on 3 Februari 2011 at 4:53 PM
. ehmb, iya sih .setuju . ga semestinya menilai orang hanya dari luar saja .
. sukses yah .
. btw, ayo tuker link .
Posted by SulyKasmaja on 22 Februari 2011 at 11:14 AM
jd ngrasa, soalnya saya berjilbab, tp galak pol, gimana dong