Kamu Bukan Nomor Satu

diambil dari blog orang

Maaf . . . kamu memang bukan yang nomor satu bagiku
Ketika kau tanyakan apa dirimu berharga untukku?

Ya, kehadiranmu penting dalam hidupku
Tapi kamu memang bukan terpenting yang nomor 1

Tanpamu serasa tak lengkap hariku,
Tapi maaf kamu tetap tak bisa jadi yang nomor 1

Tanpamu terasa berkurang bahagia dalam hidupku
Tapi bukan berarti aku tak bisa hidup tanpa kamu
Karena aku masih punya yang nomor 1

Kau sedih, marah, kecewa, cemburu?
Karena tak bisa jadi yang nomor 1?
Jangan sayang, tak boleh begitu . . .

Lihat dulu urutan penting dalam hidupku
Satu, Tuhan dan agamaku
Dua, ibu dan keluargaku
Dan yang ketiga, itu baru kamu

~ Kirana, 041111 ~

Aku Bukan Orang Yang Romantis

Aku memang tak romantis
Aku tak bisa katakan cinta,
Aku juga tak biasa ungkapkan rinduku

Aku bukan orang yang romantis,
Kalau selalu menghujani peluk dan cium itu maksudmu
Bahkan hanya untuk menatap dan menggenggam tanganmu,
aku butuh mengumpulkan semua keberanianku

Aku hanya bisa mencintaimu dengan hatiku
Memastikan dirimu baik disetiap waktu,
Menyemangatimu meski kamu tak pernah menyadari itu,
Mendoakanmu disetiap sujudku,
dan membawa namamu di urutan sekian dalam hariku meski kamu tak pernah tau

~ Kirana, 041111 ~

Aku Menyayanginya

Satu kalimat yang belum sempat terucap dan mungkin selamanya hanya akan ada di dalam hati dan pikiran ini “Aku sayang kamu”
Bila ada kata andai, maka yang akan ku ucap adalah “Andai aku kenal kamu jauh sebelumnya”
Kalau ada harapan yang mungkin dapat terkabulkan “Dapatkah semua berakhir seperti yang kita inginkan”

Allah Ya Robb, aku tahu dia makhlukMu yang sangat-sangat tidak sempurna.
Aku pun tahu dia tak halal bagiku saat ini.
Tapi aku menyayanginya dari setiap ketidaksempurnaan yang dimilikinya.
Aku menyayanginya dari keinginannya untuk berubah menjadi lebih baik dari dirinya yang sebelumnya.

Allah Ya Robb, Kuatkan hatinya untuk tetap istiqomah dengan setiap kebaikan yang ada padanya saat ini.
Genggam erat hatinya agar tak terlepas dariMu lagi
Rangkul dia agar berjalan lurus ke arahMu
Dan kuatkan hatiku bila dia Kau ciptakan bukan untukku.

-amin-

K.K.S.K

Kamu tahu kenapa aku begitu cerewetnya sama kamu?
Kamu tahu kenapa aku selalu larang kamu melakukan ini dan itu
Mengingatkan kamu tentang segala sesuatu yang mungkin baik untukmu
Atau mungkin juga hal itu akan membuatmu menyesal di kemudian hari?

Sedangkan sama orang lain aku biasa saja
Dengan yang lain aku tak peduli
Terserah mereka mau jungkir balik ataupun merusak hidup mereka
Terserah mereka ingin coba-coba bahkan untuk mencoba yang terburuk sekalipun
untuk diri mereka
Aku tak peduli….

Aku marah ketika kamu jatuh karena kamu tak mendengarkan kata-kataku
Tapi aku tetap membantumu bangkit
Aku sedih ketika kamu mengacuhkan pemberianku
Tapi aku tetap memberimu lagi dan lagi
Berharap itu akan berguna untukmu dan kamu akan menyukainya
Tak perlu ucapan terima kasih atau sebuah sanjungan
Karena dengan kamu menerima semuanya aku sudah BAHAGIA


Kamu tau kenapa bisa begitu?
Karena…
Continue reading

Rindu Kamu Selalu

Tak pernah terlintas akan terpisah dengan cara seperti ini
Tak pernah tau bahwa kita tak akan pernah bertemu lagi
Namun tampaknya takdirNya lebih kuat berbicara
Tapi tak mengapa karena ku tau kamu lebih disayang-Nya

Selalu ada rindu setiap teringat apa yang telah kita jalani
Selalu ada kekuatan kala teringat setiap kebaikan yang kau beri
Meski semua menyesali kepergianmu, demikian juga aku
Namun mungkin itu yang terbaik bagimu dan kita semua

Mungkin kita tak bisa bersama lebih lama lagi di dunia
Tapi ku kan berusaha agar kita bisa bersama
Meski itu di alamNya yang berbeda

Sungguh tak pernah terbesit sedikitpun penyesalan
Meskipun hadirmu hanya sesaat di dunia
Tapi ku yakin kamu membawa kebaikan bagi semua

Adek,,
Kalau kau tahu saat ini aku rindu

Maaf Itu Mudah

Kawands, sebagai manusia biasa kita semua pasti pernah melakukan kesalahan kan. Sebagai manusia yang tak pernah luput dari yang namanya salah pasti kita pun tak bisa luput dari saling maaf memaafkan.

Saat kita merasa bersalah pada orang lain maka sudah seharusnya kita meminta maaf pada orang tersebut atas kesalahan yang kita lakukan. Begitupun sebaliknya, ketika kita menyadari ada orang lain yang melakukan suatu kesalahan terhadap kita, pasti ada keinginan dalam diri kita agar orang itu meminta maaf atas kesalahan yang telah dilakukannya. Dan yang paling penting adalah tidak mengulanginya lagi. Namun bagaimana bila kesalahan itu selalu terulang lagi dan lagi? meminta maaf berkali-kali.

Kawans, meminta maaf itu mudah. Tapi apa yang kita lakukan setelah meminta maaf itu yang susah. Bisa nggak kita tidak mengulang kesalahan yang sama. Percuma kita meminta maaf kalau itu hanya keluar dari ucapan saja. Sedangkan sikap kita tak menunjukkan perubahan, tak ada penyesalan atas apa yang kita lakukan.

Jadi kawans, jangan kita hanya bilang maaf. Tapi tunjukkan bahwa kita menyesal dengan kesalahan kita, dan kita buktikan penyesalan kita dengan tidak mengulang kesalahan yang sama.

HIDUP!!!

I’ll Be Back

Setelah sekian lama, berbulan-bulan dipermainkan oleh koneksi, kesibukan dan rasa malas  yang naik turun tidak karuan akhirnya hari ini tanggal 9 maret 2011 bisa juga Kika’ balik lagi ketempat singgah Kika di dunia maya ini.

Apa kabar kawan blogger semuanya, kangen juga rasanya setelah lama sekali tak berjumpa dan tak berkomunikasi dengan semuanya. Rindu rasanya jari-jari ini menari di atas papan keyboard, rindu rasanya mata ini setelah lama tak melihat layar laptop :P

Setelah hampir 5 bulanan gak aktif di dunia maya rasanya banyak sekali yang ingin Kika ceritakan :) mulai dari cerita tentang pernikahan but it’s not me :mrgreen: , kehilangan, pertemanan, perpisahan, sampai kegiatan barunya Kika sekarang wualaahhh pokoknya buanyaakk :mrgreen: ya iyalah kan setiap hari cerita berganti eits,, tapi sabar kawans,,, sat persatu yak ^_^ Semoga aja koneksi ini nggak kembali mati he he he

HIDUP!!!

Tuhan Bercanda Dengan Kita

Apa kabar kawan semua :D akhir-akhir ini QK semakin nggak bisa online lama-lama :( QK sering pusing kalo ada di depan laptop terlalu lama. Niat posting sich ada, mau berkunjung di blog kawan semua juga ingin. tapi apa daya kawan, 15 menit di depan layar laptop saja sudah bikin QK pusing :mrgreen: jadi maafkan kalo QK sudah nggak serajin dulu lagi ngeblog atau BW nya.

Emmhh.. beberapa hari yang lalu QK sempat baca status fb dari eyang Agungsang empunya blog Liliwangi di status fb nya beliau tulis… ” Mungkin Tuhan sedang ingin bercanda denganku……syukurlah…!!”.Awalnya sich QK ngerasa biasa aja sama status itu, tapi lama-lama koq jadi terpikirkan sesuatu ya??

Apa ia Tuhan pernah bercanda? Untuk apa?

Baca Selanjutnya. . .

Sepenggal Percakapan

“Sudah cewek, berjilbab pula tapi koq ngomongnya seperti nggak punya aturan begitu”

“hmmm,,,,”

“Aku saja biarpun jelek-jelek begini, biarpun temanku banyak cowoknya, tapi kalau ada temanku yang omongannya buruk seperti itu nggak bakalan kujadikan teman!”

“Ya.. jangan dilihat begitu. Yang penting kan bagaimana sikap mereka ke kita. Biarpun mereka itu suka ngomongnya buruk, biarpun mereka sifatnya buruk, asal mereka nggak mempengaruhi kita, asalkan mereka tetap baik sama kita, kenapa juga kita harus mempermasalahkan setiap kejelekan mereka?”

“Ya rugi sama jilbabnya!!”

“Iya sich, tapi kan orang juga nggak bisa dilihat dengan cara seperti itu. Lagipula, apa dikira selama ini teman-temanku itu baik-baik semua? nggak. Yang cewek banyak yang nggak bener, nggak tahu aturan, yang cowok juga banyak yang nakal.” ? ( maafkan aku kawan, jadi menjelekkan kalian.. :mrgreen: )

“masa?? termasuk si …. yang rajin sholat itu?”

“Ya mungkin juga… tapi juga bisa juga nggak, kan gak ada yang tahu.” (ugh,, sebenernya aku tahu, tapi ya sudahlah… masa ya harus ku iya kan?? )

“sholatnya rajin begitu masih suka minum juga? ya kamu sebagai teman kan seharusnya mengingatkan. masa sudah bisa sholat koq masih nakal juga.”

“Sebenernya nggak di ingatkan juga mereka itu sudah tahu sendiri, aku juga heran kenapa mereka masih juga ngelakuin kesalahan itu.” (Dan sebenarnya QK juga sudah ingatkan… tapi semua keputusan kan kembali kepadanya.. hmm.. )

“ah pokoknya orang itu nggak bisa di lihat dari sudah rajin sholat atau belum, nggak bisa juga di lihat apa dia itu orang yang suka minum atau nggak, nggak bisa juga dilihat dari bagaimana cara dia menarik simpati seseorang”

(aahhh,,, ternyata penyakitku itu belum sembuh juga??? kapan aku bisa mulai percaya sama orang lain? tanpa perlu ada curiga buat mereka semua.)

**************************************************************************************************

Sepenggal percakapan yang membuatku kembali terpikirkan sebuah pertanyaan yang sudah lama nggak pernah ku ingat lagi : “Apa orang yang dulunya pernah melakukan kesalahan, di kemudian hari dia akan selalu dianggap bersalah?”

Andai ada seseorang yang dulunya pecandu narkoba, lalu dengan bersusah payah dia menyudahi candunya…. apa selamanya dia selalu di cap sebagai pecandu??

Andai ada seorang pemabuk yang mencoba untuk bertobat, apa orang-orang di sekitarnya mampu menerima dirinya dan memperlakukannya adil seperti yang lainnya?

Andai ada seseorang yang sukanya berzina, lalu dia berhenti dari zinanya, menyesali perbuatannya… apa lingkungannya bisa menerimanya?

Padahal mereka butuh kepercayaan dari orang-orang di sekitarnya, mereka butuh sikap yang bisa menguatkan mereka, apa lingkungannya bisa?

(aih,,, tulisan yang ngawur… tapi memang itu yang selama ini sering jadi pertanyaan… ternyata kepercayaan itu sangat penting ya kawan… Dan ketika kepercayaan itu hilang, apa ia dia masih bisa kembali lagi? )

nb : gambar di ambil dari sini

Salah Dalam Arti Hilang

Suatu ketika temanku pernah bertanya “kalau kita melakukan kesalahan, berarti itu mengurangi nilai kan?”
QK jawab “Iya, betul. Kalo salah berarti akan mengurangi nilai. Mana ada salah tapi nilainya tetap 100?? tapi semua itu masih bisa diperbaiki kok”

Supaya kawan blogger semua tahu ya, teman QK ini mengaku masa lalu nya itu kurang menyenangkan. Sekarang dia ingin berubah, tapi bayangan masa lalu itu terus saja ada dalam pikirannya. Seakan-akan semua yang dilakukannya saat ini sudah nggak ada gunanya lagi, karena dia merasa seseorang kalau sudah berbuat salah selamanya akan tetap salah.

QK mengerti, karena sebagai manusia QK juga pernah melakukan kesalahan. Walaupun mungkin nggak sebesar dan seberat yang dilakukan oleh orang lain. Tapi, menurut QK… QK tetap salah dan merasa bersalah. Dan andaikan semuanya dapat diputar ulang, mungkin QK juga ingin menghapus semua kesalahan yang telah QK lakukan.

Walaupun bubur nggak bisa berubah jadi nasi, tapi bukan berarti semangkuk bubur itu nggak berguna lagi kan?
Bubur ditambah daging ayam itu masih tetap enak kan kawan? Loh koq malah jadi ngomongin bubur toh :mrgreen: jadi meskipun dia terlanjur melakukan suatu kesalahan, asalkan mau berubah… semua itu masih mungkin diperbaiki kan??

Baca Selanjutnya . . .

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 37 pengikut lainnya.